Warna dan Bau ASI Yang Normal, Apa Artinya Bila Berubah Warna ?

Spread the love

 

Kenali Warna dan Bau ASI Yang Normal

Sebelum mulai menyusui, Anda mungkin berasumsi bahwa ASI selalu putih. Jadi jika Anda melihat warna pelangi merayap masuk, bisa dimaklumi jika Anda sedikit ketakutan. Namun, jangan khawatir. Itu normal jika ASI berubah warna, dan warnanya bisa bervariasi lebih dari yang Anda kira. Selain itu, jarang ada masalah jika susu Anda memiliki warna yang berbeda pada waktu yang berbeda. ASI berubah warna tidak berarti suplai Anda semakin menipis.

ASI biasanya berwarna putih dengan warna kekuningan atau kebiruan, tergantung pada berapa lama Anda menyusui. Tetapi rona dapat berubah berdasarkan banyak faktor yang berbeda, dan seringkali, warna baru ASI tidak berbahaya.

ASI secara fisikakan tampak terpisah menjadi 2 lapisan jika didiamkan selama beberapa lama. Lapisan atas yg biasanya lebih kental warnanya kaya akan lemak. Ini bukan berarti ASI telah basi. Kocoklah perlahan wadah berisi ASI peras tsb, hingga menjadi larutan homogen kembali.

Tampilan dari ASI berbeda2 tiap waktu sesuai krn kandungannya pun berbeda2 tiap saat. Termasuk juga kandungan lemak dan warna dari ASI.

  • Jumlah lemak dalam ASI akan fluktuatif dari hari ke hari. Bahkan saat ASI yg keluar di menit2 awal akan berbeda warna dan tampilannya.
  • ASI yang dikeluarkan saat pertama kali proses pemerahan / pemompaan akan terlihat “lebih encer” dari ASI yang dikeluarkan di menit-menit berikutnya. Karena itu disebut FOREMILK (karena kaya akan protein).
  • Sedangkan ASI yg keluar beberapa menit kemudian akan terlihat lebih kental. Atau disebut juga dg HINDMILK (kaya akan lemak).

Warna ASI Normal

ASI setiap wanita berbeda, dan ada banyak variasi dari “normal”. Faktanya, warna ASI Anda akan sedikit berubah di hari-hari atau minggu-minggu awal setelah melahirkan:

  • Kolostrum, pra-ASI yang masuk tepat setelah bayi Anda lahir, cenderung berwarna kekuningan.
  • Susu transisi, yang berada di antara kolostrum dan susu matang antara dua hingga lima hari pascapartum hingga 10 hingga 14 hari setelah melahirkan, mungkin berwarna oranye.
  • Susu matang yang keluar menjelang akhir minggu kedua pascapartum berwarna keputihan atau kebiruan, seperti susu skim encer.

Bisakah ASI berubah warna?

  • Bisa saja ASI berubah wara dalam keadaan normalpun.
  • Saat tubuh Anda beralih dari memproduksi kolostrum ke susu transisi menjadi susu matang, susu Anda bisa berubah dari kuning atau jingga menjadi putih atau kebiruan. Ini tidak menunjukkan masalah dan hanya berkaitan dengan komposisi susu yang berubah.
  • Susu matang juga bisa berubah warna. Biasanya rona baru terkait dengan makan makanan tertentu atau mengonsumsi suplemen atau obat. Biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan akan kembali normal dalam beberapa hari.
  • Mungkin juga susu berubah menjadi merah muda atau kecoklatan. Ini sering kali merupakan tanda adanya darah dalam ASI, yang dapat disebabkan oleh puting pecah-pecah atau peningkatan aliran darah ke payudara, yang keduanya terjadi sejak awal menyusui. Namun, kadang-kadang, susu yang diwarnai dengan darah dapat disebabkan oleh masalah kesehatan yang mendasarinya.
BACA  Menilai Kecukupan ASI Bagi Bayi

Apa arti warna ASI yang berbeda?

Melihat warna ASI yang berubah mungkin sedikit membingungkan, tetapi mengetahui arti dari warna ASI yang berbeda akan membantu menenangkan pikiran Anda:

  • ASI berwarna kuning atau oranye. Kolostrum dan susu transisi bisa berwarna kuning atau oranye. Susu matang juga bisa berubah menjadi kuning atau oranye jika Anda banyak makan makanan kuning atau oranye seperti wortel atau ubi jalar. Susu yang telah didinginkan atau dibekukan juga bisa menguning.
  • ASI biru. Susu matang secara alami dapat memiliki warna kebiruan seperti susu skim yang sangat encer.
  • ASI hijau. Makan banyak makanan hijau seperti bayam atau rumput laut dapat membuat susu Anda menjadi hijau. Hal yang sama berlaku untuk suplemen tertentu seperti chlorella.
  • ASI berwarna merah muda atau coklat. Makanan seperti bit bisa menjadi penyebabnya, bersama dengan makanan yang dibuat dengan pewarna makanan buatan seperti soda berkarbonasi dan makanan penutup gelatin. Tapi warna merah muda atau coklat juga bisa menjadi tanda darah di ASI Anda. Itu bisa disebabkan oleh puting yang sakit dan berdarah, peningkatan aliran darah ke payudara (kadang disebut “sindrom pipa berkarat”), atau pertumbuhan saluran susu jinak yang disebut papiloma. Susu merah muda atau coklat juga bisa menjadi tanda infeksi payudara yang disebut mastitis atau, lebih jarang, kanker payudara.
  • ASI hitam. Obat-obatan seperti minocycline (yang aman dikonsumsi dalam waktu singkat saat menyusui) dapat membuat ASI tampak hitam.
  • Tetapi sebaliknya ada ahli lai berpendapat bahwa WARNA ASI TIDAK BERKAITAN DENGAN APA YANG DIKONSUMSI IBU. Warna dari ASI tidak tergantung dari apa yg ibu konsumsi. Pewarna makanan dalam minuman soda, minuman buah-buahan dan hidangan penutup yang mengandung gelatin tidak membuat warna ASI menjadi pink atau oranye kemerahmudaan. ASI yang berwarna hijau tidak ada kaitannya dengan ibu yang mengkonsumsi minuman kesegaran yang berwarna hijau, rumput laut, atau sayuran berwarna hijau. Karena, dalam saluran cerna jenis makanan tadi akan diserap di usus halus dan masuk ke pembuluh darah dan sebagian masuk ke ASI, dalam proses tersebut warna sudah sangat berubah.

Apa artinya jika Anda memiliki ASI kuning?

  • Itu bisa saja berarti Anda baru dalam menyusui. Kolostrum dan susu transisi keduanya dapat memiliki warna kekuningan. Susu matang bisa terlihat kuning juga, jika Anda baru saja makan makanan berpigmen kuning atau oranye. Susu berubah menjadi kekuningan setelah disimpan di lemari es atau freezer juga.
BACA  Sistem Kekebalan Tubuh Secara Umum

Apakah ada yang salah jika ASI saya berubah warna?

  • Mungkin tidak. ASI secara alami berubah warna pada awalnya saat tubuh Anda beralih dari membuat kolostrum menjadi susu transisi menjadi susu matang. Dan bahkan setelah Anda sepenuhnya dalam tahap pematangan ASI, warnanya dapat dipengaruhi oleh apa yang Anda konsumsi.
  • Selama suplemen atau obat apa pun yang Anda minum dinyatakan aman oleh dokter untuk menyusui, tidak ada alasan untuk khawatir jika suplemen atau obat tersebut mengubah warna ASI Anda.
  • ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Hal ini dapat terjadi jika ibu mengalami dengan atau tanpa puting lecet. Jika puting ibu lecet dan berdarah, ibu dapat menghubungi klinik laktasi untuk mendapatkan saran penyembuhan. Darah dalam ASI tidak berbahaya bagi bayi, dan ibu dapat terus menyusui bayinya. Jika darah dalam ASI tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu, segera konsultasikan dengan dokter. Susu berwarna merah muda dapat menunjukkan darah dalam ASI, yang mungkin merupakan tanda dari sesuatu yang relatif tidak berbahaya seperti puting yang teriritasi atau masalah kesehatan yang lebih serius. Jadi, penting untuk memberi tahu dokter Anda. Dalam keadaan ii biasanya permukaan ujung sekitarputing terjadi perluaan. Kondisi ini sering terjadi karena bayi tampak seperti mengiggit atau menarik kuat. Meski tanpa gigi ternyata hal ini bisa membuat sekitar puting terjadi perlukaan. Dalam keadaan seperti itu biasanya bayi dalam keadaan rewel atau kolik

AROMA ATAU BAU ASI YANG NORMAL

  • Dalam keadaan baik ASI segar berbau dan beraroma manis.
  • ASI beku yang dicairkan kadang akan beraroma spt sabun dan terkadang bayi tidak mau meminumnya. Hal ini disebabkan perubahan struktur lemak dalam ASI akibat perubahan suhu yg mendadak. Sehingga proses kerja enzim lipase terganggu. Krn itu tidak disarankan memanaskan ASI peras/pompa pada suhu tinggi, ataupun setelah dipanaskan langsung dibekukan kembali.
  • Jika ASI peras berbau asam, pahit dan anyir maka bisa jadi ASI telah basi maka sebaiknya dibuang. Selama ASI peras/pompa disimpan sesuai dengan rekomendasi penyimpanan yang baik dan benar maka ASI biasanya tidak akan basi.
  • Bila ASI beku ataupun ASI yang disimpan di refrigerator selama beberapa waktu, berbau atau terasa seperti sabun, asam atau tengik, kadang bisa karena kandungan enzim lipase di ASI dalam jumlah berlebih. Sehingga lemak dalam ASI akan dipecah oleh enzim tersebut sesaat setelah ASI diperah. Umumnya bayi tidak mempermasalahkan dengan sedikit perubahan bau dan rasa itu, dan tidak berbahaya bagi sang bayi.
  • TETAPI jika perubahan bau dan rasa terasa sekali, maka bayi akan menolaknya, dalam keadaan seperti ini sebaiknya ASI jangan diberikan lagi, dan evaluasi cara dan kondisi penyimpanan apakah sudah baik dan benar.
  • Bila ensim lipase saya berlebih atau ASI mulai terasa dan berbau asam atau tengik dapat dicegah dengan cara setelah diperas sebelum disimpan dapat dipanaskan (hingga hampir mendidih) agar lipase berhenti bekerja (inactivated) sehingga proses pemecahan lemak terhenti.
BACA  Tips dan Cara Penyimpanan ASI Perah

CARA PEMANASAN ASI

  • RENDAM ASI DALAM AIR PANAS DALAM BEBERAPA SAAT hingga ASI terasa hangat
  • BILA ASI ASAM : Panaskan ASI pada suhu 180 F (82 C), atau hingga tampak sedikit gelembung di pinggir panci, JANGAN sampai mendidih secara keseluruhan. Segera dinginkan dan simpan ASI.
  • Pemanasan ini akan merusak kandungan zat anti bodi atau zat kekebalan
  • Bile salt-stimulated lipase (BSSL) dalam ASI dapat juga dirusak pada pemanasan suhu 62.5 C selama 1 menit atau pada 72 C selama lebih dari 15 detik.

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *