KONSULTASI LAKTASI : Bagaimana Mencegah Kolik Pada Bayi Saat Menyusui ?

Spread the love

Bagaimana Saya Dapat Menghindari Kolik Saat Menyusui?

 

JAWABAN KONSULTASI (DR WIDODO JUDARWANTO, pediatrician)

  • Untuk melalkukan pencegakan kolik sebaiknya harus memahami penyebabnya, Sayangnya sampai saat ini masih terjadi perbedaan pendapat di antara klinisi sehingga gangguan tersebut belum banyak terungkap
  • Kolik pada bayi tertentu khususnya dengan riwayat hipersensitifitas saluran cerna tidak mudah dihindari, baik Anda sedang menyusui maupun tidak. Namun, terkadang bayi yang menyusui tidak toleran atau sensitif terhadap sesuatu dalam makanan ibunya, seringkali seafood, coklat, keju,, Alergi susu sapi yang selama ini dianggap penyebab utama ternyata dalam anamnesa riwayat sebelumnya atau dalam eliminasi provokasi seringkali bukan sebagain penyebab
  • Sapai saat ini memang masih belum banyak terungkap dengan jelas apakah penyebab kolik pada bayi
  • Tetapi banyak penelitian awal menunjukkan bahwa penyebab utama adalah anak mengalami hipersensitifitas salura cerna. Gejala itu muncul disebabkan karena alergi makanan dan diperberat oleh infeksi virus flu,atau commin cold ringan, dengan gejala bayi badan teraba hangat (bukan demam diukur normal tetapi diraba hangat). Terdapat kontak flu pada orang sekitar dengan gangguan badan lemas, badan ngilu (sering dianggap masuk angin, kecapean atau mau flu tidak jadi), kadang disertai sakit tenggorok, sakit kepala.
  • Saat alergi makanan dari ibu kalau tidak cocok membuat gangguan ringan, tetapi saat terkena infeksi virus ringan ganggua semakin hebat.
  • Meskipun menghilangkan makanan dari diet Anda biasanya tidak diperlukan, jika Anda dan dokter anak Anda menganggap bahwa alergi makanan adalah suatu masalah, Anda dapat memutuskan untuk mencoba diet eliminasi.
  • Eliminasi provoksi yang harus dilakukan adalam dalam 3 minggu awal
    • hanya makan yang aman seperti daging sapi, daging kambing , Pork (bagi non muslim), semua sayu, buah (apel, pepeya, pear, alpukat, starwberri, belimbing), tahu, tempe , ikan air tawar, kerupuk kulit, rempeyek kedelai. Semua ikan air tawar (lele, dori, patin, gabus, gurami, belut dll)
    • Hindari seafood, terasi, kerupuk udang dll, coklat, keju, butter, ayam, telur
  • Amati saat bayi terkena flu gangguan rewel akan lebih ringan.
  • Setelah 3 minggu coba makanan ayam, dan telor, salmon, tuna atau bandeng
  • Setelah usia 3 bulan saat imaturitas saluran cerna semakin membaik dan keluhan semakin baik coba makanan lain yang lebi beresiko
  • Bayi bisa dibeikan probiotik, sebaiknya bayi tidak diberikan suplemen vitamin dengan rasa jeruk
  • Selain vitamin prenatal reguler Anda, pastikan untuk mengonsumsi kalsium ekstra jika Anda telah menghilangkan produk susu dari makanan Anda. Selain dokter anak dan konsultan laktasi, ahli gastroenterologi anak dapat membantu jika bayi Anda mengalami gejala GI yang parah saat Anda menyusui.
BACA  STRATEGI LAKTASI : Ibu Menyusui COVID-19, Bayi Non COVID-19

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *