Tingkat Menyusui Di Indonesia dan Negara Negara di Dunia

Spread the love

ASI secara luas diakui sebagai bentuk yang paling lengkap gizi untuk bayi, dengan berbagai manfaat untuk bayi ‘kesehatan, pertumbuhan, kekebalan dan tumbuh kembang anak.  ASI adalah asupan terbaik untuk bayi. Sayangnya, sampai saat ini, masih sedikit ibu yang memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga dua tahun dengan makanan pendamping ASI (MPASI) pada anak.   Menyusui adalah dasar kehidupan, dan mempunyai dampak dan keuntungan yang luarbiasa. ASI itu luar biasa hebat, tapi tetap saja masih banyak yang belum memberikan hak ASI pada anak,

ASI adalah sumber nutrisi yang unik yang tidak dapat secara memadai diganti dengan makanan lain, termasuk susu formula. Meskipun polutan dapat terakumulasi dalam ASI, tetap unggul formula bayi dari perspektif kesehatan keseluruhan ibu dan anak.

Bayi yang rentan terhadap penyakit, sebagian karena tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang kekebalan tubuhnya. Mereka harus diperlakukan dengan perawatan khusus dan diberikan nutrisi yang memadai. Formula bayi dapat meniru beberapa komponen gizi dari ASI, susu formula tapi tidak bisa berharap untuk menduplikasi array yang luas dan terus berubah nutrisi penting dalam ASI. Namun demikian, menyusui sering bersaing baik di Amerika Serikat dan luar negeri, dan di banyak bagian dunia itu harus bersaing dengan iklan tanpa henti oleh perusahaan bayi-rumus.

Tingkat Menyusui

  • Amerika Serikat memiliki salah satu tingkat terendah dari menyusui di dunia industri, dan salah satu tingkat tertinggi kematian bayi. Data dari tahun 2003 menunjukkan bahwa 71 persen ibu US memulai beberapa menyusui, dan hanya 36 persen laporan makan setiap ASI kepada bayi mereka di enam bulan.
  • Tarif di komunitas Afrika-Amerika lebih rendah, dengan hanya 55 persen wanita memulai menyusui dan hanya 24 persen masih menyusui pada enam bulan.
  • Angka-angka berdiri di kontras dengan Swedia, misalnya, di mana tingkat inisiasi menyusui melebihi 98 persen dan tingkat di enam bulan adalah 72 persen. Di Swedia, ada tingkat tinggi kesadaran tentang kontaminan kimia dalam ASI, namun kebanyakan ibu-ibu membuat keputusan yang bijaksana untuk menyusui anak-anak mereka pula.
  • Di Indonesia
    • Data Kementerian Kesehatan mencatat, angka inisiasi menyusui dini (IMD) di Indonesia meningkat dari 51,8 persen pada 2016 menjadi 57,8 persen pada 2017. Kendati meningkat, angka itu disebut masih jauh dari target sebesar 90 persen.
    • Kenaikan yang sama juga terjadi pada angka pemberian ASI eksklusif, dari 29,5 persen pada 2016 menjadi 35,7 persen pada 2017. Angka ini juga terbilang sangat kecil jika mengingat pentingnya peran ASI bagi kehidupan anak. “Harusnya minimal angka itu sudah tembus 50 persen,
    • Rendahnya angka ibu menyusui ini dilatarbelakangi oleh minimnya kesadaran seorang ibu atas pentingnya ASI bagi pertumbuhan anak. Perkaranya adalah pendidikan yang kurang memadai. Rendahnya pengetahuan itu gagal menjadi penyaring berbagai informasi yang diterima seorang ibu.
    • Sebagai contoh, seorang ibu bakal dengan mudah mendapatkan informasi yang menyebutkan bahwa susu formula bisa digunakan sebagai pengganti ASI. Ketika informasi itu tak disaring dengan baik, maka tak heran jika kini banyak ibu yang memilih memberikan susu formula untuk si buah hati.
BACA  Peraturan Internasional dan Nasional Membawa ASI Perah di Pesawat

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *