Cara Penyimpanan ASI Perah Yang Benar Menurut Pakar

Spread the love

Cara Penyimpanan ASI Perah Yang Benar Menurut Pakar

Mengikuti rekomendasi teknik penyimpanan dan persiapan dapat menjaga keamanan dan kualitas ASI perah untuk kesehatan bayi. Ini adalah pedoman umum untuk menyimpan ASI pada suhu yang berbeda. Berbagai faktor mempengaruhi berapa lama ASI dapat disimpan dengan aman. Faktor-faktor tersebut meliputi volume susu, suhu ruangan saat susu diperah, fluktuasi suhu dalam lemari es dan freezer, dan kebersihan lingkungan.

Pedoman Penyimpanan ASI

Pedoman Penyimpanan Susu Manusia
Lokasi Penyimpanan dan Suhu
Jenis ASI 77°F (25°C) atau lebih dingin
(suhu kamar) Kulkas
40°F (4°C) Freezer 0 °F (-18 °C) atau lebih dingin
Baru DiPERAH atau Dipompa Hingga 4 Jam Up to 4 Days Dalam 6 bulan adalah yang terbaik
Hingga 12 bulan dapat diterima
Dicairkan, Sebelumnya Dibekukan  1-2 Jam Hingga 1 Hari
(24 jam)
JANGAN PERNAH membekukan kembali ASI
Sisa dari Pemberian Makan
(bayi tidak menghabiskan botolnya)
 Gunakan dalam waktu 2 jam setelah bayi selesai menyusu

 

 

 

Penyimpanan ASI Perah yang Aman
Sebelum memeras atau menangani ASI:

  • Cuci tangan Anda dengan baik dengan sabun dan air. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung setidaknya 60% alkohol.
  • Ibu dapat memeras ASI dengan tangan atau dengan pompa manual atau elektrik.
  • Jika menggunakan pompa, periksa kit pompa dan tabung untuk memastikannya bersih. Buang dan ganti tabung berjamur segera.
  • Jika menggunakan pompa bersama, bersihkan dial pompa, sakelar daya, dan meja dengan lap disinfektan.

ASI

ASI tidak perlu dihangatkan. Bisa disajikan suhu ruangan atau dingin.
Jika Anda memutuskan untuk menghangatkan ASI, berikut beberapa tipsnya:

  • Jaga agar wadah tetap tertutup.
  • Tempatkan wadah tertutup ke dalam mangkuk berisi air hangat atau tahan di bawah air hangat, tetapi tidak panas, selama beberapa menit.
  • Uji suhu susu sebelum memberikannya kepada bayi Anda dengan meletakkan beberapa tetes di pergelangan tangan Anda.
  • Jangan memanaskan ASI langsung di atas kompor atau microwave.
  • Aduk ASI untuk mencampur lemak yang mungkin telah terpisah.
  • Jika bayi Anda tidak menghabiskan botol, gunakan sisa susu dalam waktu 2 jam setelah bayi selesai menyusu. Setelah 2 jam, sisa ASI harus dibuang.

Menyimpan ASI setelah memerah:

  • Gunakan tas penyimpanan ASI atau wadah food grade yang bersih untuk menyimpan ASI perah. Pastikan wadah terbuat dari kaca atau plastik dan memiliki tutup yang rapat.
  • Hindari botol dengan simbol daur ulang nomor 7, yang menunjukkan bahwa wadah mungkin terbuat dari plastik yang mengandung BPA.
  • Jangan pernah menyimpan ASI dalam wadah botol sekali pakai atau kantong plastik yang tidak dimaksudkan untuk menyimpan ASI.
  • Susu segar atau susu yang dipompa dapat disimpan:
  • Pada suhu kamar (77°F atau lebih dingin) hingga 4 jam.
  • Di kulkas tahan sampai 4 hari.
  • Di dalam freezer selama sekitar 6 bulan adalah yang terbaik; hingga 12 bulan dapat diterima. Meskipun pembekuan membuat makanan tetap aman hampir
  • tanpa batas waktu, waktu penyimpanan yang disarankan penting untuk diikuti untuk kualitas terbaik.

Kiat penyimpanan:

  • Jangan menyimpan ASI di pintu lemari es atau freezer. Ini akan membantu melindungi ASI dari perubahan suhu dari pintu membuka dan menutup.
  • Jika Anda merasa tidak akan menggunakan ASI yang baru diperah dalam 4 hari, segera bekukan. Ini akan membantu menjaga kualitas ASI.
  • Saat membekukan ASI:
  • Simpan dalam jumlah kecil untuk menghindari pemborosan susu yang mungkin tidak habis. Simpan dalam 2 hingga 4 ons atau jumlah yang ditawarkan pada satu kali menyusui.
  • Sisakan sekitar satu inci ruang di bagian atas wadah karena ASI mengembang saat membeku.
  • Jika Anda memberikan ASI ke penyedia penitipan anak, beri label dengan jelas pada wadah dengan nama anak. Bicaralah dengan penyedia penitipan anak
  • Anda tentang persyaratan lain untuk memberi label dan menyimpan ASI.
  • ASI dapat disimpan dalam pendingin berinsulasi dengan kantong es beku hingga 24 jam saat Anda bepergian. Di tempat tujuan, langsung gunakan susu,
  • simpan di lemari es, atau bekukan.
BACA  Langkah Awal Pemberian ASI Yang Baik

Pencairan ASI yang Aman
Selalu cairkan ASI tertua terlebih dahulu. Ingat pertama masuk, pertama keluar. Seiring waktu, kualitas ASI bisa menurun.

  • Ada beberapa cara untuk mencairkan ASI Anda:
  • Di kulkas semalaman.
  • Taruh dalam wadah berisi air hangat atau suam-suam kuku.
  • Di bawah air mengalir yang suam-suam kuku.
  • Jangan pernah mencairkan atau memanaskan ASI dalam microwave. Microwave dapat menghancurkan nutrisi dalam ASI dan membuat hot spot, yang dapat membakar mulut bayi.
  • ika Anda mencairkan ASI di lemari es, gunakan dalam waktu 24 jam. Mulailah menghitung 24 jam saat ASI benar-benar mencair, bukan sejak Anda mengeluarkannya dari freezer.
  • Setelah ASI dibawa ke suhu kamar atau dihangatkan, gunakan dalam waktu 2 jam.
  • Jangan pernah membekukan kembali ASI setelah dicairkan.

TIPS PENYIMPANAN ASI

    • Putarlah kontainer ASI agar bagian yang mengandung krim pada bagian atas tercampur merata. Jangan mengocok ASI karena dapat merusak komponen penting dalam susu
    • Jangan menyimpan sisa ASI yang sudah dikonsumsi untuk pemberian berikutnya.
    • Jangan mencampurkan ASI yang telah dibekukan dengan ASI yang masih baru pada wadah penyimpanan.
    • Tanggal kapan ASI diperah perlu dicantumkan untuk memastikan bahwa ASI yang dipakai adalah ASI yang lebih lama.
    • Pastikan bahwa pada wadah ASI telah diberi label berisi nama anak dan tanggal ASI diperah.
    • Simpanlah ASI sesuai dengan kebutuhan bayi.
    • Wadah penyimpanan harus dipastikan bersih. Ibu dapat menggunakan botol kaca atau kontainer plastik dengan tutup yang rapat dengan bahan bebas bisphenol A (BPA). Hindari pemakaian kantong plastik biasa maupun botol susu disposable karena wadah-wadah ini mudah bocor dan terkontaminasi. Kontainer harus dicuci dengan air panas dan sabun serta dianginkan hingga kering sebelum dipakai.
    • Pastikan ibu mencuci tangan dengan bersih sebelum memerah ASI maupun menyimpannya.
    • Kencangkan tutup botol atau kontainer pada saat ASI telah membeku sepenuhnya
    • Segera dinginkan ASI dalam waktu kurang dari 1 jam setelah dipompa dari payudara.
    • Berilah label tanggal dan jam penyimpanan supaya mudah diingat.
    • Cara menyimpan ASI yang baik adalah dengan membaginya dalam jumlah sedikit-sedikit, karena susu yang tidak habis akan dibuang karena tidak baik bila disimpan kembali.
    • Jangan mencampur ASI yang baru dengan ASI yang sudah didinginkan sebelumnya.
    • Jangan menyimpan ASI pada bagian pintu lemari es atau freezer.

CARA PENYIMPANAN ASI PERAH

  • Suhu dan waktu penyimpanan  Pada dasarnya dengan cara menyimpan ASI yang tepat, ASI dapat tahan selama 6-8 jam bila suhu ruangan kurang dari 25°C. Bila kurang dari suhu tersebut, ASI harus disimpan di dalam kulkas atau freezer.
  • Untuk ibu yang bekerja di kantor, ASI dapat dipompa pada pagi hari lalu di simpan di dalam kulkas untuk kebutuhan selama bayi ditinggal bekerja. Bila di simpan pada kulkas bersuhu 4°C, ASI dapat disimpan maksimum 5 hari.
  • ASI juga dapat dipompa ketika ibu berada di kantor lalu kemudian disimpan di dalam kulkas kantor hingga waktunya pulang ke rumah. Gunakan termometer kulkas untuk selalu memantau suhu kulkas atau freezer selama menyimpan ASI.
  • Walaupun sangat jarang terjadi, kadang kita butuh menyimpan ASI dalam jangka waktu yang lebih lama. Bila dibekukan pada freezer bersuhu -15°C, ASI dapat disimpan selama maksimum 2 minggu.
  • Selalu letakkan ASI pada bagian belakang kulkas atau freezer, karena bagian ini memiliki suhu yang paling dingin.  Bila waktu penyimpanan sudah lewat, jangan gunakan lagi ASI tersebut.
BACA  Pedoman Jumlah dan Frekuensi Minum Susu Pada Bayi

TEMPAT PENYIMPANAN ASI

  • Tempat yang baik untuk menyimpan ASI adalah tempat berbahan beling atau plastik dengan tutup yang kedap udara, misalnya botol susu ditutup rapat, atau kantong khusus untuk ASI.
  • Jangan gunakan kantong yang bukan khusus untuk ASI, karena dapat pecah ketika dibekukan di dalam freezer.
  • Bersihkan botol atau wadah dengan air hangat dan sabun, kemudian bilas sampai bersih dengan air hangat atau disterilisasi dengan merebusnya seperti halnya mempersiapkan botol susu biasa, lalu biarkan kering secara alami. Berhati-hatilah untuk merebus tempat berbahan plastik, karena hanya plastik berlabel BPA-free yang aman bila terkena panas.

CARA PENYAJIAN ASI PERAH YANG DISIMPAN

  • Cek tanggal pada label wadah ASI. Gunakan ASI yang paling dulu disimpan
  • ASI tidak harus dihangatkan. Beberapa ibu memberikannya dalam keadaan dingin
  • Setelah dikeluarkan dari kulkas, cara yang paling tepat untuk memanaskannya adalah dengan merendam botol atau tempat penyimpanan di dalam mangkuk berisi air panas.
  • Bila ASI tersebut tidak habis dalam sekali pakai, jangan digunakan kembali setelah 24 jam. Jangan memanaskan ASI dengan microwave.
  • ASI yang beku dari freezer dapat dicairkan dengan cara : Menaruhnya di dalam kulkas selama 4 jam, atau dengan cara ini : sirami tempat penyimpanan (masih dalam kondisi tetap tertutup rapat) dengan air dingin yang mengalir dari kran. Ketika ASI mulai mencair, gunakan air hangat dari kran sampai seluruhnya mencair. Jangan mencairkan ASI beku dengan cara mendiamkannya pada suhu ruangan.
  • Setelah ASI cair, rendam botol atau tempat penyimpanan di dalam mangkok atau wadah yang diisi air panas
  • Untuk ASI beku: pindahkan wadah ke lemari es selama 1 malam atau ke dalam bak berisi air dingin. Naikkan suhu air perlahan-lahan hingga mencapai suhu pemberian ASI
  • Untuk ASI dalam lemari es: Hangatkan wadah ASI dalam bak berisi air hangat atau air dalam panci yang telah dipanaskan selama beberapa menit. Jangan menghangatkan ASI dengan api kompor secara langsung.
  • Jangan menaruh wadah dalam microwave. Microwave tidak dapat memanaskan ASI secara merata dan justru dapat merusak komponen ASI dan membentuk bagian panas yang melukai bayi. Botol juga dapat pecah bila dimasukkan ke dalam microwave dalam waktu lama.
  • Goyangkan botol ASI dan teteskan pada pergelangan tangan terlebih dahulu untuk mengecek apakah suhu sudah hangat.
  • Berikan ASI yang dihangatkan dalam waktu 24 jam. Jangan membekukan ulang ASI yang sudah dihangatkan.
  • ASI yang telah dihangatkan kadang terasa seperti sabun karena hancurnya komponen lemak. ASI dalam kondisi ini masih aman untuk dikonsumsi. Apabila ASI berbau anyir karena kandungan lipase (enzim pemecah lemak) tinggi, setelah diperah, hangatkan ASI hingga muncul gelembung pada bagian tepi (jangan mendidih) lalu segera didinginkan dan dibekukan. Hal ini dapat menghentikan aktivitas lipase pada ASI. Dalam kondisi inipun kualitas ASI masih lebih baik dibandingkan dengan susu formula.
BACA  Terapi Herbal Untuk Meningkatkan Produksi ASI

Referensi:

  1. Office on Women’s Health. 2010. Breastfeeding: Pumping and milk storage. Diunduh dari:http://www.womenshealth.gov/breastfeeding/pumping-and-milk-storage/pada tanggal 19 April 2014
  2. Center of Disease Control and Prevention. 2010. Proper handling and storage of human milk. Diunduh dari: http://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm pada tanggal 19 April 2014
  3. Australian Breastfeeding Association. 2013. Expressing and storing breastmilk. Diunduh dari: https://www.breastfeeding.asn.au/bf-info/breastfeeding-and-work/expressing-and-storing-breastmilk pada tanggal 19 April 2014
  4. La Leche League International. 2012.What are the LLLI guidelines for storing my pumped milk. Diunduh dari: https://www.llli.org/faq/milkstorage.html pada tanggal 19 April 2014
loading...

One thought on “Cara Penyimpanan ASI Perah Yang Benar Menurut Pakar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *